Categories
Uncategorized

Ruang Lingkup Akuakultur Berbasis Aktivitas

Ruang Lingkup Akuakultur Berbasis Aktivitas

Ruang Lingkup Akuakultur Berbasis Aktivitas
Anda masih ingat konsep akuakultur. Jika Anda lupa, Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang definisi akuakultur / akuakultur / akuakultur. Seperti kita ketahui, orientasi akuakultur adalah untuk memperoleh manfaat, hasil atau manfaat. Ini berarti bahwa akuakultur juga merupakan kegiatan komersial, itulah sebabnya ia juga disebut akuakultur. Bergantung pada kegiatan yang dilakukan oleh akuakultur atau akuakultur, ini mencakup beberapa bagian atau subsistem:

 

Fasilitas Produksi

Fasilitas produksi dan kegiatan pengadaan infrastruktur juga disebut fasilitas produksi dan subsistem infrastruktur yang mencakup pasokan infrastruktur, seperti pemilihan lokasi, pasokan bahan dan konstruksi fasilitas produksi, dan penyediaan fasilitas produksi seperti batang bawah, benih, pakan, obat-obatan, peralatan dan tenaga kerja .

Kegiatan Produksi

Kegiatan produksi atau subsistem dari proses produksi. Kegiatan produksi akuakultur meliputi persiapan wadah akuakultur, penyimpanan, nutrisi, pemeliharaan manajemen lingkungan dan berbagai kegiatan, dari manajemen kesehatan hingga panen.
Transportasi dan kegiatan pemasaran pasca panen atau subsistem pasca panen dan pemasaran. Di antara kegiatan yang dilakukan adalah peningkatan kualitas atau kualitas produk yang dihasilkan, proses pengemasan dan distribusi produk ke konsumen.

 

Kegiatan Pendukung subsistem.

Kegiatan pendukung dalam akuakultur meliputi aspek hukum seperti perundang-undangan dan kebijakan lainnya, aspek keuangan seperti pembiayaan atau pembayaran, serta aspek kelembagaan yang terkait dengan akuakultur, seperti asosiasi, koperasi, bank, perusahaan, lembaga birokrasi dan lembaga penelitian dan pengembangan akuakultur.

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/

Categories
Uncategorized

Penerapan Akuntansi Lingkungan di Perusahaan

Penerapan Akuntansi Lingkungan di Perusahaan

Perusahaan adalah bentuk organisasi yang melakukan aktivitas dengan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Murni, 2001) Perusahaan yang berorientasi pada laba akan berusaha menggunakan sumber daya yang dimilikinya semaksimal mungkin untuk memperoleh laba demi kelangsungan hidupnya sehingga berakibat pada dampak lingkungan baik secara positif maupun secara negatif (Harahap, 1999).

Perusahaan untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu, yaitu :

Dalam mencapai tujuan tersebut, perusahaan selalu berinteraksi dengan lingkungannya sebab lingkungan memberikan andil dan kontribusi bagi perusahaan, terjadi pergeseran tujuan perusahaan (Yuniarti, 1998). Pertama, pandangan konvensional, yaitu menggunakan laba sebagai ukuran kinerja perusahaan. Perusahaan dengan kinerja yang baik adalah perusahaan yang mampu memperoleh laba maksimal untuk kesejahteraan stickholder. Kedua, pandangan modern, yaitu tujuann perusahaantidak hanya mencapai laba maksimal tetapi juga kesejahteraan sosial dan lingkungannya. Seperti yang diungkapkan oleh Glueck dan Jauck (1984) bahwa tujuan perusahaan meliputi profitabilitas, efisiensi, kepuasan, dan pengembangan karyawan, tanggung jawab sosial dan hubungan baik dengan masyarakat serta kelangsungan usaha dan tujuan lainnya. Selama ini perusahaan dianggap sebagai lembagayang dapat memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat sekitar dan masyarakat pada umumnya. Keberadaan perusahaan dianggap mampu menyediakan kebutuhan masyarakat untuk konsumsi maupun penyedia lapangan pekerjaan. Perusahaan didalam lingkungan masyarakat memiliki sebuah legitimasi untuk bergerak leluasa melaksanakan kegiatannya, namun lama kelamaan karena posisi perusahaan menjadi amat vital dalam kehidupan masyarakat maka dampak yang ditimbulkan juga akan menjadi sangat besar.

 

Dampak yang muncul dalam penerapan Akuntansi Lingkungan di Perusahaan :

Dampak yang muncul dalam setiap kegiatan operasional perusahaan ini dipastikan akan membawa akibat kepada lingkungan di sekitar perusahan itu menjalankan usahanya. Dampak negatif yang paling sering muncul ditemukan dalam setiap adanya penyelenggaraan operasional usaha perusahaan adalah polusi suara, limbah produksi, kesenjangan, dan lain sebagainya dan dampak semacam inilah yang dinamakan Eksternality (Harahap, 1999).

 

Baca Juga Artikel Lainnya :