Categories
Pendidikan

Definisi dan Peran Guru

Definisi dan Peran Guru

Definisi dan Peran Guru

Definisi Guru

Teachers by Law 14 “2005 adalah pendidik profesional dengan tugas dasar mendidik, mengajar, mengarahkan, mengarahkan, melatih, mengevaluasi, dan mengevaluasi siswa anak usia dini melalui pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.”


Peran guru

Pakar pendidikan di Barat melakukan penelitian tentang peran guru yang perlu bertindak. Pullias and Young (1988), Manan (1990) dan Yelon and Weinstein (1997) mendefinisikan dan meninjau berbagai peran guru.


Peran Guru sebagai pendidik

Guru adalah pendidik yang telah menjadi sosok, panutan dan identitas bagi siswa dan lingkungan mereka. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yang mencakup tanggung jawab, wewenang, dan disiplin.
Mengenai otoritas, guru harus memiliki keuntungan mewujudkan nilai-nilai spiritual, emosional, moral, sosial, dan intelektual dalam kepribadian mereka, serta memiliki kekuatan dan pemahaman sains, teknologi, dan seni di bidang yang maju. Disiplin berarti bahwa guru harus selalu mematuhi berbagai peraturan dan peraturan karena hati nurani profesional, karena mereka memiliki tugas khusus mendisiplinkan siswa di sekolah. Untuk alasan ini, disiplin guru harus dimulai dengan berbagai tindakan dan perilaku.

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Aspek Peran Guru

Aspek Peran Guru

Aspek Peran Guru

Guru sebagai Pengajar

Kegiatan belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan siswa dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, keamanan, dan keterampilan komunikasi guru. Jika faktor-faktor di atas terpenuhi, melalui pembelajaran, siswa dapat belajar dengan baik. Guru harus mencoba untuk mengklarifikasi hal-hal kepada siswa dan dilatih untuk menyelesaikan masalah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan seorang guru dalam belajar, yaitu:

  • Buat ilustrasi
  • Tentukan
  • Menganalisa
  • Mensintesis
  • Meminta
  • Jawab
  • Mendengarkan
  • Membangun kepercayaan
  • Menyediakan sudut pandang yang berbeda.
  • Menyediakan sarana untuk meninjau materi standar
  • Penyesuaian metode pembelajaran.
  • Berikan nada perasaan.

Agar pembelajaran menjadi yang terbaik, guru harus selalu berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang mereka miliki ketika mempelajari materi standar.


Guru sebagai Pembimbing

Guru dapat dibandingkan dengan panduan perjalanan, yang menurut pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya berarti perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan yang lebih dalam dan mental, emosional, kreatif, moral dan spiritual.
Sebagai panduan perjalanan, guru membutuhkan kecakapan tinggi untuk mencapai empat hal berikut:

  • Pertama, guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang ingin dicapai.
  • Kedua, guru harus melihat partisipasi siswa dalam pembelajaran, dan yang paling penting, bahwa siswa melakukan kegiatan belajar tidak hanya secara fisik, tetapi juga harus berpartisipasi secara psikologis.
  • Ketiga, guru harus menginterpretasikan kegiatan pembelajaran.
  • Keempat, guru harus melakukan evaluasi.

 

Guru sebagai Pelatih

Proses pendidikan dan pembelajaran membutuhkan pelatihan keterampilan, baik intelektual maupun mental, yang mengharuskan guru untuk bertindak sebagai pelatih. Ini lebih ditekankan dalam kurikulum berbasis kompetensi 2004, karena tanpa pelatihan, seorang siswa tidak akan dapat menunjukkan penguasaan kompetensi dasar, dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar.
Pelatihan, selain harus memperhatikan kompetensi inti dan materi standar, juga harus memperhatikan perbedaan individu dalam siswa dan lingkungan mereka. Untuk alasan ini, guru harus tahu banyak walaupun dia tidak mencakup semuanya, dan tidak semuanya sempurna, karena itu tidak mungkin. Implementasi peran guru sebagai pelatih tidak harus mengalahkan fungsi lain, dia tetap sadar bahwa meskipun dia tahu, dia tidak harus mengatakan semua yang dia tahu. Secara tidak langsung, guru menciptakan situasi bagi siswa untuk mencoba menemukan sendiri apa yang diketahui.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Sistem Perbankan Syariah Di indonesia

Sistem Perbankan Syariah Di Indonesia

Sistem Perbankan Syariah Di Indonesia

Lembaga – Lembaga Keuangan yang beroperasional

dalam syariah Islamdikatakan sebagai suatu usaha untuk merealisasikan prinsip-prinsip ekonomiIslam dalam aktivitas masyarakat secara nyata. Hal ini diungkapkan oleh SyukuriIska dalam bukunya Sistem Perbankan Syariah di Indonesia dalam Perspektif Fikih Ekonomi.

Dalam dunia kemahasiswaan bidang Ekonomi Islam sudah tidak asing lagi terdengar mengenai wacana pelaksanaan bank syariah di Indonesiayang masih belum murni syariah, dengan konsep yang belum sepenuhnyaditerapkan dengan baik, akan tetapi dengan dioperasionalkannya bank-bank syariah di Indonesia diharapkan dapat mewujudkan sistem ekonomi yang tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi lebih dari itu, pencapaian manfaat dapatlebih menyeluruh kepada kepentingan masyarakat dan sosial yang sesuai denganajaran Islam. Dan kembali diharapkan prinsip ekonomi Islam dapat direalisasikandalam aktivitas nyata.

Perbandingan yang ada antara aktivitas bank syariah dengan aktivitas bank konvensional, mekanisme operasional bank syariah sangat jauh berbeda dengan bank konvensional.

 

Bank Syariah memiliki karakter tersendiri yang tidak dimiliki oleh Bank Konvensional diantaranya:

  • Berdimensi keadilan dan pemerataan
  • Bersifat mandiri
  • Persaingan secara sehat
  • Adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS)
  • Adanya unit pendapatan berupa pendapatan tidak halal
  • Adanya produk khusus yaitu kredit tanpa beban yang bersifat sosial.

Jika dianalisis dalam pembagian golongan sistem bank syariah, Indonesiamerupakan negara yang termasuk dalam dua kategori, yaitu dual system dengansistem perbankan syariah yang beroperasi sejalan dengan sistem konvensional dan sistem conventional plus yaitu sistem perbankan yang pada dasarnyakonvensional dengan beberapa institusi banknya yang beroperasi secara syariah.Pelaksanaan sistem perbankan syariah di Indonesia dipandang dari sisi peraturantelah diatur dengan peraturan khusus perbankan syariah sebagaimana pernyataanUU No. 10/1998 tentang perbankan secara rinci mengenai asas, fungsi dan aturan perbankan di Indonesia.

 

Asas Pelaksanaan Bank Syariah

Pelaksanaan bank syariah berdasarkan dua asas, yaitu

  • asas falsafah dan
  • asas pengoperasian.

Dalam asas falsafah bumi dan segala isinya adalahamanah dari Allah dengan petunjuk melalui rasul Allah mengenai aqidahakhlak dan syariah. Akidah dan akhlak sifatnya konsisten dan tidak berubahseiring perubahan jaman. Sementara komponen syariah dapat berubahtergantung keperluan dan tingkat peradaban umat. Dapat disimpulkan bahwadasar falsafah keseluruhan dalam aktivitas perbankan adalah untuk mencarikeridhaan Allah demi memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat. Olehkarena itu pelaksanaan bank syariah di Indonesia harus dihindarkan dari hal-hal yang keluar dari jalur aturan Islam.

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Asas Pengoperasian Bank Syariah di Indonesia

Asas Pengoperasian Bank Syariah di Indonesia

Asas Pengoperasian Bank Syariah di Indonesia

1. Asas Wadiah (Titipan)

Dalam analisis mengenai pelaksanaan wadiah bank syariah terdiridari dua kategori, dan berikut pembagian serta karakter dengan posisi bank syariah sebagai penerima titipan dan nasabah sebagai yang menitipkan.

a. Al wadiah yad amanah.dalam wadiah jenis ini mengenakan konsep Trustee Depositoiry dan karakter pelaksanaannya antara lain:

  • Harta yang dititipkan nasabah tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak bank.
  • Bank syariah berkewajiban untuk menjaga barang dan hanya berfungsi sebagai penjaga amanah
  • Bank syariah boleh mengenakan biaya kepada nasabah di awal.

b.Al wadiah yad dhamanah.wadiah ini mengenakan konsep Guarantee Depositoiry dan karakternya sebagai berikut:

  • Harta yang dititipkan boleh dimanfaatkan oleh pihak bank
  • Produk perbankan yang sesuai dengan akad ini yaitu giro dan tabungan.
  • Adanya pemberian bonus dari bank syariah kepada nasabah yangtidak disebutkan dalam akad dan merupakan pemberian sepihak sebagai tanda terimakasih dari pihak bank.

 

2. Asas Bagi Hasil (Profit and Loss Sharing)

Asas bagi hasil (profit loss sharing)ini dibagi dalam empat akad utama dalam perbankan syariah yaitu:
a.Musyarakah.yaitu akad kerjasama atas dua pihak atau lebih untuk usaha tertentu dan masing-masing pihak memberikan kontribusi modaldan keuntungan/kerugian dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan.
Musyarakah dibagi dua macam:

  • Musyarakah al amlak,kerjasama tanpa akad yang tercipta karenakeadaan keadaan yang mengakibatkan kepemilikan satu aset olehdua pihak atau lebih.
  • Musyarakah al uqud,kerjasama yang tercipta karena kesepakatandua pihak atau lebih, masing-masing memberikan modal dan berbagi keuntungan dan kerugian.

Penerapannya di bank syariah memberikan manfaat bagi bank dana nasabah, antara lain:

  • Bank akan menikmati peningkatan saat keuntungan nasabahmeningkat.
  • Pengembalian pembiayaan disesuaikan dengan cash flow sehinggatidak membebankan nasabah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan musyarakah sebagai berikut:

  • Dana yang digunakan adalah penggabungan antara dana proyek dengan harta pribadi.
  • Pemilik modal berhak menentukan kebijakan usaha
  • Setiap pemilik modal dianggap mengakhiri kerjasama apabilamenarik diri dari kerjasama, dan meninggal dunia.
  • Biaya yang timbul dalam pelaksanaan usaha dan jangka masausaha harus diketahui bersama dan keuntungan dibagi sesuaikontribusi modal.
  • Proyek yang dijalankan harus dijelaskan dengan benar pada saatakad, dan setelah proyek selesai, nasabah mengembalikan pembiayaan serta bagi hasil yang telah disepakati.

b.Mudharabah. merupakan akad kerjasama antara pemilik modal ( shahibul maal) dengan pengelola dana(mudharib) dengan penyertaan modal sebesar 100%, dan keuntungan dibagi menurut kesepakatan.

Bentuk mudharabahsecara umum terdiri dari dua:

1.Mudharabah Muqayyadah yaitu Shahibul maal memberikan batasankepada mudharib dalam penentuan usaha, jenis dan masanya.
2.Mudharabah Muthlaqah, merupakan bentuk mudharabah yang tidak dibatasi oleh pemilik modal dalam penentuan dan jenis usaha dan pengelola diberi kebebasan.

Bentuk mudharabah yang lebih marak dilaksanakan bank syariah ialah mudharabah muthlaqah karena bentuk ini dapat lebih fleksibel danmemberikan peluang yang luas kepada mudharib .

Mengenai hal-hal yang terkait dengan pembiayaan mudharabah hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:

1)Pembiayaan badan usaha:

  • Identifikasi proyek yang akan dibiayai
  • Melakukan studi kelayakan usaha
  • Melakukan persiapan dari segi legalitas

2)Margin pembiayaan
Adanya asas bagi hasil dalam bank syariah menunjukkan bahwauntung dan rugi, masing-masingnya dibagi kepada pihak nasabah dan bank, dan ini merupakan konsekuensi logis bagi kedua pihak. Danyang perlu diperhatikan dalam penentuan nisbah yaitu:

  • Nisbah bagi hasil antara nasabah dan bank harus ditetapkansebelum penandatanganan pembiayaan.
  • Dalam menentukan besarnya nisbah bank harus menghitung kadar biaya pengelolaan usaha serta biaya manajemen bank lainnya.

3)Jaminan atau agunan
Secara prinsip,dalam konsep mudharabahtidak ada jaminan yangdiambil, akan tetapi jaminan boleh atau bisa diambil untuk memastikanagar nasabah melaksanakan usaha dengan baik dan benar. Jaminan bari bisa dicairkan setelah terbukti nasabah telah menyalahi kesepakatan yang manjadi penyebab kerugian.
Dalam kerjasama mudharabah ada resiko yang dapat terjadi dalam penerapan pembiayaan yang sangat tinggi antara lain:

  • Adanya aliran dana lain yang digunakan nasabah bukan sepertiyang dinyatakan dalam kontrak.
  • Kelalaian dan kesalahan nasabah yang disengaja.
  • Nasabah yang tidak jujur dengan menyembunyikan keuntungan.

Prinsip bagi hasil yang merupakan prinsip utama bank syariah memangmuncul sebagai sesuatu yang berbeda jika dibandingkan dengan sistemkonvensional yang menerapkan sistem bunga, namun komposisi dalam prakteknya pembiayaan syariah dengan prinsip bagi hasil ternyata masih jauhdari yang diharapkan. Saat ini total komposisi pembiayaan mudharabah danmusyarakah (bagi hasil) di perbankan syariah ternyata tidak mencapai angka40% sehingga masih kalah jika dibandingkan produk pembiayaan lain.

Permasalahan di atas muncul karena beberapa alasan antara lain:

  • Pembiayaan bagi hasil sulit digunakan karena sebagian besar sumber dana bank syariah berjangka masa pendek.
  • Pengusaha besar akan lebih memilih sistem kredit dengan bunga yangakan lebih menguntungkan dan lebih pasti dan menutup ketertarikan padasistem bagi hasil.
  • Pengusaha yang usahanya beresiko rendah juga tidak akan tertarik dengansistem bagi hasil, karena keuntungan yang akan diperoleh akan lebih besar atau tanpa membagi jumlah keuntungan dengan pihak bank jika tidak menggunakan sistem ini.
  • Adanya pengusaha yang melakukan pembukuan ganda dengan tingkatkeuntungan bank yang lebih kecil, padahal pembukuan sebenarnya pengusaha mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

 

3. Asas Tijarah(Jual Beli)

Bentuk jual beli yang ada dalam ilmu muamalah yang sering kitadengar sangat banyak, dan dari keseluruhan jenis jual beli ada tiga bentuk jual beli yang digunakan sebagai sandaran utama konsep jual beli dalam perbankan syariah, yaitu al murabahah, al salam dan al istishna.

a.Murabahah
Murabahah merupakan jual beli pada barang yang harganyaterbentuk dari harga awal ditambah keuntungan yang disepakati.Dalam pelaksanaannya bank-bank syariah masih mengalamikesulitan untuk melaksanakan sistem bagi hasil/ Profit Loss Sharing dan sejauh ini kasus-kasus yang terjadi dengan pembiayaanmeningkatkan sistem pembiayaan yang serupa dengan pembiayaan pada perbankan konvensional, dengan berasaskan kepada dua unsur pokok yaitu harga beli dan mark-up (margin keuntungan).

Dasar kontrak murabahah adalah sebagai berikut:

  • Pembeli harus tahu jumlah biaya operasional dan jumlah hargaasli barang yang hendak dibeli.
  • Produk yang dijual harus berbentuk barang atau komoditas danharus dibayar dengan uang.
  • Barang yang diperjual belikan harus ada dan dimiliki penjual danmampu menyerahkan barang kepada pembeli
  • Pembayarannya ditangguhkan.

Konsep operasional murabahahsebagai berikut:

  • Outright purchase(Pembelian secara terbuka)
  • Bank sebagai penjual barang dan pelayanan
  • Import barang dan pembelian barang dengan letter of credit
  • Bank dapat melakukan pembiayaan kontrak

b. Bay’ al -Salam
Konsep jual beli ini diartikan dengan akad penjualan suatu barang dengan pemesanan yang disebutkan sifat sifatnya atau kriteriatertentu yang masih berada dalam tanggungan. Dalam perbankansyariah, jual beli as-salam digunakan untuk pembiayaan pertaniandengan masa yang sangat pendek. Kriteria as-salam yaitu dalam pembelian hasil produksi harus diketahui spesifikasinya secara jelasdari jenis, kualitas dan kuantitasnya. Apabila hasil produksi tidak sesuai dengan pesanan maka produsen harus bertanggung jawabdengan mengembalikan bayaran yang diterima atau mengganti dengan barang yang sesuai pesanan.;

c. Bay’ al -Istishna
Al-istishna merupakan akad kontrak jual beli barang antara dua pihak berdasarkan pesanan, dan barang pesanan akan diproduksisesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati dan menjualnyadengan harga dan cara pembayaran yang disetujui terlebih dahulu.Untuk pelaksanaan produk istishna dalam bank syariah juga di golongkan kepada transaksi jual beli angsuran seperti jual beli murabahah namun dalam murabahah objek yang dijualbelikandiserahkan terlebih dahulu dan pembayarannya dilakukan secara berangsur, sedangkan pada istishna dengan pembayaran yang jugadiangsur penyerahan barang dilakukan kemudian.

 

4. Asas Sewa (Ijarah )

Ijarah ialah akad pemindahan hak guna atas barang atau pelayananmelalui pembayaran upah/sewa tanpa diikuti dengan pengalihankepemilikan atas barang itu sendiri. Ijarah banyak disebut persamaannya dengan leasing dimana letak kesamaannya pada hal sewa menyewa.
Terdapat lima aspek yang membedakan antara ijarah dengan leasing yaitu

  • Objek
  • Aturan pembayaran
  • Pemindahan kepemilikan
  • Sewa-beli
  • Jual dan sewa kembali

 

5. Asas Pelayanan(Al-Ajr)

Asas pelayanan meliputi semua layanan non pembiayaan yangdiberikan oleh bank syariah kepada nasabah. Produk-produk yang adadalam asas pelayanan ini antara lain:

  • Al-Wakalah(Penyerahan/pemberian kuasa)
  • Al-Kafalah(Akad pemberian jaminan)
  • Al-Hiwalah (Pemindahan utang)d.Al-Rahn(Jaminan utang/gadai)
  • Al-Qard (Pemberian harta)

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Categories
Pendidikan

Tantangan Pengelolaan Dana Bank Syariah

Tantangan Pengelolaan Dana Bank Syariah

Tantangan Pengelolaan Dana Bank Syariah
Laju pertumbuhan perbankan syariah di tingkat global tak diragukan lagi. Aset lembaga keuangan syariah di dunia diperkirakan mencapai 250 miliar dollar AS, tumbuh rata-rata lebih dari 15 persen per tahun. Di Indonesia, volume usaha perbankan syariah selama lima tahun terakhir rata-rata tumbuh 60 persen per tahun. Tahun 2005, perbankan syariah Indonesia membukukan laba Rp 238,6 miliar, meningkat 47 persen dari tahun sebelumnya. Meski begitu, Indonesia yang memiliki potensi pasar sangat luas untuk perbankan syariah, masih tertinggal jauh di belakang Malaysia.

Tahun lalu, perbankan syariah Malaysia mencetak profit lebih dari satu miliar ringgit (272 juta dollar AS). Akhir Maret 2006, aset perbankan syariah di negeri jiran ini hampir mencapai 12 persen dari total aset perbankan nasional. Sedangkan di Indonesia, aset perbankan syariah periode Maret 2006 baru tercatat 1,40 persen dari total aset perbankan. Bank Indonesia memprediksi, akselerasi pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia baru akan dimulai tahun ini.

 

Implementasi Kebijakan Office Channeling

Dukungan akseleratif pemerintah berupa pengelolaan rekening haji yang akan dipercayakan pada perbankan syariah, serta hadirnya investor-investor baru akan mendorong pertumbuhan bisnis syariah. Konsultan perbankan syariah, Adiwarman Azwar Karim, berpendapat, perkembangan perbankan syariah antara lain akan ditandai penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk yang dipersiapkan pemerintah.

 

Sejumlah bank asing di Indonesia

seperti Citibank dan HSBC, bahkan bersiap menyambut penerbitan sukuk dengan membuka unit usaha syariah. Sementara itu sejumlah investor dari negara Teluk juga tengah bersiap membeli bank-bank di Indonesia untuk dikonversi menjadi bank syariah. Kriteria bank yang dipilih umumnya beraset relatif kecil, antara Rp 500 miliar dan Rp 2 triliun. Setelah dikonversi, bank-bank tersebut diupayakan melakukan sindikasi pembiayaan proyek besar, melibatkan lembaga keuangan global.

 

Perbankan syariah di Indonesia dipelopori oleh berdirinya Bank Muamalat Indonesia

Majelis Ulama Indonesia (MUI)dengan tujuan mengakomodir berbagai aspirasi dan pendapat di masyarakat terutama masyarakat Islam yang banyak berpendapat bahwa bunga bank itu haram karena termasuk riba dan juga untuk mengambil prinsip kehati-hatian. Apabila dilihat dari segi ekonomi dan nilai bisnis, ini merupakan terobosan besar karena penduduk Indonesia 80% beragama islam, tentunya ini bisnis yang sangat potensial. Meskipun sebagian orang islam berpendapat bahwa bunga bank itu bukan riba tetapi faedah, karena bunga yang diberikan atau diambil oleh bank berjumlah kecil jadi tidak akan saling dirugikan atau didzolimi, tetapi tetap saja bagi umat islam berdirinya bank-bank syariah adalah sebuah kemajuan besar.

Tetapi sistem perbankan syariah di Indonesia masih belum sempurna atau masih ada kekurangannya yaitu masih berinduk pada Bank Indonesia, idealnya pemerintah Indonesia mendirikan lembaga keuangan khusus syariah yang setingkat Bank Indonesia yaitu Bank Indonesia Syariah.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Sistem Ekonomi Demokrasi

Sistem Ekonomi Demokrasi


Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Ciri – ciri positif pada sistem ekonomi demokrasi :

  1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  2. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
  3. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  4. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  5. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  6. Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  7. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi demokrasi :

· Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
· Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
· Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

System Ekonomi Campuran

System Ekonomi Campuran


Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Sistem ekonomi campuran merupakan sistem ekonomi yang digunakan oleh negara kita Indonesia.Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang merupakan campuran dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.

Ciri – Ciri Sistem Ekonomi Campuran

a. Pihak swasta juga melakukan kegiatan ekonomi, tetapi sektor-sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikelola oleh pemerintah.
b. Sebagian interaksi ekonomi terjadi di pasar, namun pemerintah masih ikut campur tangan dengan kebijakan ekonominya. Misalnya untuk melindungi konsumen, pemerintah menggunakan kebijakan harga atas (ceiling price). Untuk melindungi produsen, pemerintah menggunakan kebijakan harga dasar (floor price). Jadi, campur tangan pemerintah dilakukan untuk menyehatkan kehidupan ekonomi, mencegah terjadinya monopoli, serta mencegah dan mengatasi jika terjadi krisis ekonomi.
c. Adanya persaingan dalam kegiatan ekonomi, tetapi tidak mengarah ke persaingan yang merugikan karena diawasi pemerintah.
d. Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
e. Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah.

 

Sejarah Singkat Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran (“Mixed economy”) merupakan panduan dari dua bentuk sistem ekonomi sosialisme dan kapitalisme. Usaha penyatuan ini dilakukan untuk menyerap elemen-elemen yang positif dan dinamis dari keduanya. Sistem ini hendak dibangun dengan usaha untuk meninggalkan unsur-unsur lemah dari dua bentuk sistem ekonomi politik tersebut. Sejarah pertentangan yang keras dan bahkan tidak harmonis dari kapitalisme dan sosialisme telah menstimulasi pemikir-pemikir untuk mencari bangun ekonomi dengan ciri dasar, yang merupakan gabungan unsur-unsur terbaik dari keduanya.
Sebenarnya sistem ekonomi ini dapat saja menghilangkan konotasi perpaduan antara dua sistem ekonomi di atas karena sistem ekonomi campuran dapat signifikan dalam khasnya tersendiri. Sistem menggerakkan elemen-elemen dinamis, yang sebelumnya memang dimiliki oleh masing-masing sistem ekonomi. Kedua bentuk ekstrim dari sistem ekonomi sebenarnya telah menuju ke arah sistem campuran karena masing-masing berusaha membuang kelemahan –kelemahannya sehingga tersisa unsur-unsurnya, yang dinamis dan positif. Negara yang menganut sistem ekonomi campuran Mayoritas berada di Asia dan Afrika. seperti Indonesia, Mesir, Malaysia.
Sistem Perekonomian Indonesia
Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda terutama Indonesia dan Amerika serikat , dua negara ini pun menganut sistem ekonomi yang berbeda. Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia.

Kelebihan system ekonomi campuran, yaitu :

· Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
· Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
· Kebebasan berusaha.

Kelemahan system ekonomi campuran, yaitu :

· Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
· Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu
· Masyarakat yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.
· Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

Faktor-Faktor Penyebab Banjir

Faktor-Faktor Penyebab Banjir

Pengertian Banjir

Banjir adalah meluapnya aliran sungai akibat air melebihi kapasitas tampung sungai, sehinngaa meluap dan menggenangi dataran atau daerah yang lebih rendah di sekitarnya. Banjir menjadi masalah apabila banjir tersebut memberikan dampak kerusakan atau dampak negatif terhadap lingkungan manusai, antara lain :

1. Kerusakan prasarana
2. Tergangguanya aktivitas manusia dan aktivitas ekonomi
3. Menurunnya kualitas hidup

Faktor-faktor penyebab banjir

a. Pengaruh aktivitas manusia :penggundulan hutan, pembangunan pemukiman
b. Kondisi alam yang bersifat tetap (statis) : kondisi geografi, topologi yang cekung, aliran sungai
c. Peristiwa alam yang bersifat dinamis : curah hujan yang tinggi, pendangkalan dasar sungai, terjadinya pembendungan, penurunan muka tanah atau ambles

Mengurangi resiko banjir

a. Kegiatan fisik (struktur) : pembangunan waduk, tanggul di pinggiran sungai, kanal-kanal, pembangunan interkoneksi, pembangunan polder, dan penelusuran sungai
b. Kegiatan nonstruktur :pengelolaan dataran banjir, konversi tanah dan air di hulu sungai, penanggulangan banjir
c. Kombinasi upaya struktur dan nonstruktur

Mengatasi banjir

a. Tindakan-tindakan persiapan banjir
b. Tindakan-tindakan saat terjadi banjir
c. Usaha pasca bencana banjir

Categories
Pendidikan

Penyebab terjadinya Longsor

Penyebab terjadinya Longsor

Pengertian Tanah Longsor

Tanah longsor adalah suatu bentuk erosi yang pengangkutan atau pemindahan tanahnya terjadi pada suatu saat dalam volume yang lebih besar. Gejala umum terjadi tanah longsor :

a. Keretakan lantai dan tembok pada bangunan
b. Ambles sebagian lantai kontruksi
c. Terjadi penggembungan pada tebing lereng
d. Miringnya pohon-pohon
e. Munculnya rembasan air
f. Muka air sungai naik beberapa cm dan air sungai menjadi keruh secara tiba-tiba
g. Runtuhnya sebagian tanah

 

Factor-faktor penyebab terjadi longsor :

a. Meningkatnya sudut lereng karena kontruksi baru
b. Meningkatnya kandungan air
c. Hilangnya tumbuh-tumbuhan karena kebakaran
d. Berubahnya materi-materi lereng
e. Getaran akibat gempa bumi
f. Penambahan beban oleh hujan

 

Mengurangi resiko bencana tanah longsor

a. Survey dan pemetaan kawasan yang rentan
b. Pemasangan rambu-rambu
c. Peraturan tata guna tanah
d. Penghijauan
e. Perbaikan sarana
f. Pendidikan masyarakat
g. Pemantauan dan peringatan

 

Mengatasi Bencana Longsor

a. Menetahui dan menghindari kawasan rawan bencana
b. Memahami tindakan-tindakan ketika terjadi dan pasca bencana longsor

Categories
Pendidikan

Penyebab Masalah Lingkungan Hidup

Penyebab Masalah Lingkungan Hidup

Penyebab Masalah Lingkungan Hidup

1. Peristiwa alam : gempa bumi, lonsor, badai, kebakaran hutan oleh petir, banjir, letusan gunung berapi
2. Pertumbuhan penduduk : Pertumbuhan masyarakan yang tidak terkendali menjadi masalah dalam penyediaan lahan untuk pemukiman dan usaha, fasilitas pelayanan social, serta social ekonomi dan social budaya .
3. Pemanfaatan SDA secara berlebihan : ekploitasi, penebangan hutan
4. Industrialisasi : Limbah
5. Transportasi : asap kendaraan

Komponen Alam yang Dapat Terancam

1. Udara

Udara atau atmosfer merupakan “selimut” tebal dari gas yang menutupi seluruh bumi. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi bumi dan pemanasan dan pendinginan yang berlebihan. Tanpa adanya atmosfer, suhu bumi pada siang hari lebih dari 95°C dan pada malam hari akan turun sampai -184°C.

2. Tanah

Tanah adalah satu tubuh bumi yang berguna untuk wahana bermukim seluruh makhluk hidup dengan segala aktivitas. Tanah berfungsi sebagai penyedia unsur-unsur yang diperlukan bagi tumbuhan, seperti unsur-unsur hara, bahan-bahan organik, serta air yang terdapat didalam tanah

3. Air

Air digunakan manusia untuk berbagai keperluan.Mengingat jumlah air tawar yang terbatas, diperlukan pemanfaatan yang efisien dan pegelolaan yang baik.