Categories
Pendidikan

Aspek Peran Guru

Aspek Peran Guru

Aspek Peran Guru

Guru sebagai Pengajar

Kegiatan belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kematangan, hubungan siswa dengan guru, kemampuan verbal, tingkat kebebasan, keamanan, dan keterampilan komunikasi guru. Jika faktor-faktor di atas terpenuhi, melalui pembelajaran, siswa dapat belajar dengan baik. Guru harus mencoba untuk mengklarifikasi hal-hal kepada siswa dan dilatih untuk menyelesaikan masalah. Ada beberapa hal yang harus dilakukan seorang guru dalam belajar, yaitu:

  • Buat ilustrasi
  • Tentukan
  • Menganalisa
  • Mensintesis
  • Meminta
  • Jawab
  • Mendengarkan
  • Membangun kepercayaan
  • Menyediakan sudut pandang yang berbeda.
  • Menyediakan sarana untuk meninjau materi standar
  • Penyesuaian metode pembelajaran.
  • Berikan nada perasaan.

Agar pembelajaran menjadi yang terbaik, guru harus selalu berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat yang mereka miliki ketika mempelajari materi standar.


Guru sebagai Pembimbing

Guru dapat dibandingkan dengan panduan perjalanan, yang menurut pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas kelancaran perjalanan. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya berarti perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan yang lebih dalam dan mental, emosional, kreatif, moral dan spiritual.
Sebagai panduan perjalanan, guru membutuhkan kecakapan tinggi untuk mencapai empat hal berikut:

  • Pertama, guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi yang ingin dicapai.
  • Kedua, guru harus melihat partisipasi siswa dalam pembelajaran, dan yang paling penting, bahwa siswa melakukan kegiatan belajar tidak hanya secara fisik, tetapi juga harus berpartisipasi secara psikologis.
  • Ketiga, guru harus menginterpretasikan kegiatan pembelajaran.
  • Keempat, guru harus melakukan evaluasi.

 

Guru sebagai Pelatih

Proses pendidikan dan pembelajaran membutuhkan pelatihan keterampilan, baik intelektual maupun mental, yang mengharuskan guru untuk bertindak sebagai pelatih. Ini lebih ditekankan dalam kurikulum berbasis kompetensi 2004, karena tanpa pelatihan, seorang siswa tidak akan dapat menunjukkan penguasaan kompetensi dasar, dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar.
Pelatihan, selain harus memperhatikan kompetensi inti dan materi standar, juga harus memperhatikan perbedaan individu dalam siswa dan lingkungan mereka. Untuk alasan ini, guru harus tahu banyak walaupun dia tidak mencakup semuanya, dan tidak semuanya sempurna, karena itu tidak mungkin. Implementasi peran guru sebagai pelatih tidak harus mengalahkan fungsi lain, dia tetap sadar bahwa meskipun dia tahu, dia tidak harus mengatakan semua yang dia tahu. Secara tidak langsung, guru menciptakan situasi bagi siswa untuk mencoba menemukan sendiri apa yang diketahui.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :